Januari 1 Januari : Hari Perdamaian Dunia 1 Januari : Tahun Baru 3 Januari : Hari Departemen Agama 5 Januari : Hari Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) 15 Januari : Hari Peringatan Laut dan Samudera (?) 25 Januari : Hari Gizi dan Makanan 25 Januari : Hari Kusta Internasional Februari 5 Februari : Hari Peringatan Kapal Tujuh (?) 9 Februari : Hari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 9 Februari : Hari Kavaleri 13 Februari : Hari Persatuan Farmasi Indonesia 14 Februari : Hari Peringatan Pembela Tanah Air (PETA) 15 Februari : Hari Pembantu Rumah Tangga (PRT) (?) 19 Februari : Hari KOHANUDNAS (?) 20 Februari : Hari Pekerja Nasional 22 Februari : Hari Istiqlal 28 Februari : Hari Gizi Nasional Maret 1 Maret : Hari Kehakiman Nasional 1 Maret : Hari Peringatan Serangan Umum di Yogyakarta 6 Maret : Hari Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) 8 Maret : Hari Wanita/Perempuan Internasional 9 Maret : Hari Musik Nasional 10 Maret : Hari Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) 11 Maret : Hari Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) 21 Maret : Hari Down Syndrome Sedunia] 22 Maret ; Hari air sedunia 23 Maret : Hari Meteorologi Sedunia 24 Maret : Hari Peringatan Bandung Lautan Api 27 Maret : Hari Klub Wanita Internasional (bahasa Inggris: Women International Club Day - WIC) 29 Maret : Hari Filateli Indonesia 30 Maret : Hari Film Nasional [sunting] April 1 April : Hari Bank Dunia 6 April : Hari Nelayan Nasional 7 April : Hari Kesehatan Internasional 9 April : Hari Penerbangan Nasional 9 April : Hari TNI Angkatan Udara 13 April : Hari Lima Puluh Kota 15 April : Hari Zeni (?) 16 April : Hari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) 18 April : Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika 19 April : Hari Pertahanan Sipil (Hansip) 21 April : Hari Kartini 22 April : Hari Bumi 23 April : Hari Buku 24 April : Hari Angkutan Nasional 24 April : Hari Solidaritas Asia-Afrika 27 April : Hari Permasyarakatan Indonesia [sunting] Mei 1 Mei : Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat 1 Mei : Hari Buruh Sedunia 2 Mei : Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas 3 Mei : Hari Surya (?) 4 Mei : Hari Bangkit Pelajar Islam Indonesia 8 Mei : Hari lahir Henry Dunant - bapak Palang Merah Sedunia 5 Mei : Hari Lembaga Sosial Desa (LSD) 11 Mei : Hari POM - TNI (?) 17 Mei : Hari Buku Nasional 19 Mei : Hari Korps Cacat Veteran Indonesia 20 Mei : Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas 21 Mei : Hari Peringatan Reformasi 31 Mei : Hari Anti Tembakau Internasional [sunting] Juni 1 Juni : Hari Lahir Pancasila 1 Juni : Hari Anak-anak Sedunia 3 Juni : Hari Pasar Modal Indonesia 5 Juni : Hari Lingkungan Hidup Sedunia 17 Juni : Hari Dermaga 24 Juni : Hari Bidan Nasional 26 Juni : Hari Anti Narkoba Sedunia 29 Juni : Hari Keluarga Berencana Nasional [sunting] Juli 1 Juli : Hari Bhayangkara 1 Juli : Hari Anak-Anak Indonesia 5 Juli : Hari Bank Indonesia 9 Juli : Hari Satelit Palapa 12 Juli : Hari Koperasi 15 Juli : Hari PT. Askes (Persero) 22 Juli : Hari Kejaksaan 23 Juli : Hari Anak Nasional 23 Juli : Hari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) 29 Juli : Hari Bhakti TNI Angkatan Udara 31 Juli : Hari Lahir Korps Pelajar Islam Indonesia (PII) Wati [sunting] Agustus 5 Agustus : Hari Dharma Wanita Nasional 8 Agustus : Hari Ulang Tahun ASEAN 10 Agustus : Hari Veteran Nasional 12 Agustus : Hari Wanita TNI Angkatan Udara (Wara) 13 Agustus : Hari Peringatan Pangkalan Brandan Lautan Api 14 Agustus : Hari Pramuka 15 Agustus : Hari mengudaranya RBTV Asli Jogja (?) 17 Agustus : Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 18 Agustus : Hari Konstitusi Republik Indonesia 19 Agustus : Hari Departemen Luar Negeri Indonesia 21 Agustus : Hari Maritim Nasional 24 Agustus : Hari Televisi Republik Indonesia (TVRI) 30 Agustus : Hari Orang Hilang Sedunia [sunting] September 1 September : Hari Polisi Wanita (Polwan) 17 September : Hari Palang Merah Indonesia (PMI) 8 September : Hari Aksara 8 September : Hari Pamong Praja 9 September : Hari Olahraga Nasional 11 September : Hari Radio Republik Indonesia (RRI) 17 September : Hari Perhubungan Nasional 24 September : Hari Tani 26 September : Hari Statistik 27 September : Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT) 28 September : Hari Kereta Api 29 September : Hari Sarjana Nasional 30 September : Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965 [sunting] Oktober 1 Oktober : Hari Kesaktian Pancasila 2 Oktober : Hari Batik 2 Oktober : Susu Nasional 3 Oktober : Hari Arsitektur Dunia-World Architecture Day UIA http://www.iai.or.id http://www.uia-architectes.org 5 Oktober : Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) 8 Oktober : Hari Tata Ruang Nasional http://www.penataanruang.net/detail_b.asp?id=939 9 Oktober : Hari Surat Menyurat Internasional 10 Oktober : Hari Kesehatan Jiwa 15 Oktober : Hari Hak Asasi Binatang 16 Oktober : Hari Parlemen Indonesia 16 Oktober : Hari Pangan Sedunia 24 Oktober : Hari Dokter Nasional 24 Oktober : Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 27 Oktober : Hari Penerbangan Nasional 27 Oktober : Hari Listrik Nasional 27 Oktober : Hari Blogger Nasional 28 Oktober : Hari Sumpah Pemuda 29 Oktober : Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) 30 Oktober : Hari Keuangan [sunting] November 3 November : Hari Kerohanian 6 November : Hari Lahir Brigade Pelajar Islam Indonesia (PII) 10 November : Hari Pahlawan 10 November : Hari Ganefo 12 November : Hari Kesehatan Nasional 14 November : Hari Brigade Mobil (BRIMOB) 14 November : Hari Diabetes Sedunia 21 November : Hari Pohon 22 November : Hari Perhubungan Darat 25 November : Hari Guru [sunting] Desember 1 Desember : Hari AIDS Sedunia 1 Desember : Hari Artileri 3 Desember : Hari Cacat 9 Desember : Hari Armada 10 Desember : Hari Hak Asasi Manusia 12 Desember : Hari Transmigrasi 13 Desember : Hari Kesatuan Nasional 15 Desember : Hari Infanteri 19 Desember : Hari Bela Negara 22 Desember : Hari Ibu 22 Desember : Hari Sosial 22 Desember : Hari Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD) [sunting] Hari jadi organisasi atau partai di Indonesia 5 Januari : Hari Ulang Tahun Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 10 Januari : Hari Ulang Tahun Partai Demokrasi Indonesia (PDI) 31 Januari : Hari Ulang Tahun Nahdlatul Ulama (NU) 5 Februari : Hari Ulang Tahun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) 14 Maret : Hari milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) 23 Maret : Hari lahir Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) 29 Maret : Hari lahir Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) 20 April : Hari milad Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 9 September : Hari Ulang Tahun Partai Demokrat 20 Oktober : Hari Ulang Tahun Golongan Karya 22 Desember : Hari Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI) 23 Desember : Hari Ulang Tahun Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) 26 Desember : Peringatan Peristiwa Super Dahsyat "Gempa & Tsunami" Aceh dan Dunia [sunting] Hari raya dari luar negeri yang ada dirayakan di Indonesia.
Instingkilat.com
Instrumen Penting Komunikasi Lintas Masyarakat
Jumat, 18 Februari 2011
Jumat, 24 Desember 2010
Gerakan Sosial Menuju Perubahan Sosial
Pada dasarnya manusia sebagai makhluk sosial dalam aktifitasnya sadar atau tidak sadar apa yang dilakukan adalah melakukan gerakan sosial atau social movement, bagaimana tidak sebagai warganegara yang berorganisasi dalam lingkup masyarakat gerakan sosial bermakna aktivitas sosial berupa gerakan sejenis tindakan sekelompok yang merupakan kelompok informal yang berbetuk organisasi, berjumlah besar atau individu yang secara spesifik berfokus pada suatu isu-isu sosial atau politik dengan melaksanakan, menolak, atau mengkampanyekan sebuah keinginan-keinginan tertentu.
Selama ini gerakan sosial yang memang benar-benar kentara adalah gerakan untuk melegitimasi keinginan secara politis yang paling jitu untuk mewujudkan sebuah perubahan dalam tatanan sosial berbangsa dan bernegara. Gerakan sosial dibagi menjadi beberapa macam :
Pertama : Gerakan yang akrab di telinga dengan nama Demonstrasi. Gerakan Demonstrasi adalah gerakan yang bertujuan mengubah atau menentang sejumlah kondisi sosial yang ada secara politis, hal tersebut di legalkan dalam negara demokrasi. Ini adalah jenis yang paling umum dari gerakan sosial di sebagian besar negara industri. Contohnya di negara Adikuasa yang menggunakan sistem demokrasi Amerika Serikat, gerakan ini diwakili oleh gerakan hak-hak sipil, gerakan feminis, gerakan hak kaum gay, gerakan antinuklir, dan gerakan perdamaian.
Kedua, Gerakan Regresif atau disebut juga Gerakan Resistensi. Gerakan Regresif ini adalah gerakan sosial yang bertujuan membalikkan perubahan sosial atau menentang sebuah gerakan protes. Innti gerakan ini adalah menentang kebebasan yang menyimpang terhadap sebuah nilai.
Ketiga, Gerakan Religius biasanya gerakan ini menyarakan tentang isu-isu religius atau spiritual tertentu, semisal isu kebebasan beragama.
Keempat, Gerakan Komunal, atau ada juga disebut dengan Gerakan Utopia. Gerakan komunal adalah gerakan sosial yang berusaha melakukan perubahan lewat contoh-contoh atau perbandingan dari satu keadaan dengan keadaan yang lainya, semisal daerah satu dengan daerah lainya, negara satu dengan negara lainya.
Kelima, Gerakan Perpindahan, gerakan ini diakibatkan karena adanya kekecewaan, kemudian mereka berpindah ke tempat yang mereka inginkan. Semisal perpindahan penduduk dari desa ke kota dan dari kota ke desa.
Keenam, Gerakan Ekspresif. Jika orang tak mampu pindah secara mudah dan mengubah keadaan secara mudah, mereka mungkin mengubah sikap. Semisal terjadinya pemberontakan untuk memisahkan diri dari satu negara atau daerah tertentu.
Ketujuh, Kultus Personal. Kultus personal biasanya terjadi dalam kombinasi dengan jenis-jenis gerakan lain. Gerakan sosial jenis ini berpusat pada satu orang, biasanya adalah individu yang kharismatis. Semisal Karl Marx dengan teori Komunisnya. Soekarno dengan teori Nasionalisnya dll.
Kedelapan, Gerakan Repolusioner. Gerakan ini cenderung menginginkan suatu keadaan berubah secara total. Semisal revolusi industri di Francis, mengubah sistem suatu negara.
Gerakan-gerakan di ataslah yang paling sering kita dengar sebagai gerakan yang mempengaruhi perubahan sosial. Perubahan sosial itu sendiri dapat diartikan sebagai gerakan yang mempengaruhi sebuah kondisi dari kondisi sebelum dan sesudah adanya gerakan sosial. Sebenarnya masih banyak Gerakan-gerakan sosial yang mempengaruhi perubahan sosial, akan tetapi kedelapan gerakan sosial yang di paparkan diatas, telah lengkap menjelaskan perubahan sosial yang terjadi di berbagai lapisan dunia. (dan*)
Senin, 20 Desember 2010
Satu Diantara Cerita Tentang Kota Bekasi
Berawal dari penghinaan terhadap Kitab suci AL-Quran yang di masukan ke dalam closet, tersulutlah emosi umat Islam untuk menuntut agar pelaku yang berasal dari golongan non Muslim di proses secara hukum dan segera meminta maaf kepada umat Islam. Beberapa wkatu kemudian muncul isu baru tentang terjadi penghasutan dan penipuan yang dianggap oleh umat Islam itu adalah upaya dari golongan non Muslim untuk meninggalkan Islam, masalah itu terus bergulir dan berbuntut panjang karena terus bersentuhan dengan permasalahan hukum. seiring dengan terus mengalirnya arus kekuatan umat Islam, munculah gagasan dari tokoh-tokoh dan cendikiawan Islam untuk membuat KONGRES UMAT ISLAM yang bertujuan untuk mencegah terjadinya pemurtadan terhadap ajaran Islam. ketika dilaksanakanya KONGRES UMAT ISLAM tersebut, muncul berita mengenai penggunaan rumah tinggal yang dijadikan sebagai tempat peribadatan bagi umat non Muslim, padahal jelas penggunaan tempat tinggal tersebut dimanfaatkan tidak sebagaimana fungsinya (melanggar ketentuan perizinan).
Permasalahan yang terjadipun tidak hanya melibatkan kedua belah pihak, akan tetapi melibatkan pula lembaga Kepolisian dan Pemerintah, karena penggunaan yang tidak sesuai dengan fungsi tempat tinggal tersebut, pihak pemerintah menyegel tempat tersebut dan Kepolisian memberikan garis polisi di rumah tersebut. kendatipun tempat tersebut di segel dan diberi garis Polisi akan tetapi mereka tetap menjalankan rutinitas tanpa mengindahkan penyegelan dan melewati garis polisi tersebut, pertanyaanya adakah mereka yang melintasi garis wilayah hukum tersebut dijerat secara hukum?, jawabanya ada pada pihak yang berwenang. Melihat hal tersebut, umat Islam terus mendesak agar Pemerintah dan Kepolisian bertindak tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan tersebut, karena begitu kuatnya desakan yang dilakukan umat Islam, untuk kedua kalinya dilakukan penyegelan dengan alasan agar muncul situasi yang kondusif dan tidak menjurus ke arah konflik horizontal dengan tawaran-tawaran yang diajukan kepada pihak non muslim tersebut.
Ketika umat non Muslim tersebut tidak boleh lagi melaksanakan ibadah di rumah tersebut akhirnya mereka beribadah di tanah milik sendiri dengan alasan mereka sudah mendapatkan persetujuan dari penduduk sekitar sesuai dengan ketentuan yang menjadi prasyarat untuk mereka bisa beribadah di lingkungan tersebut. seiring dengan peribadatan yang mereka lakukan di lahan terbuka (tanpa ada bangunan) terjadi aksi yang dilakukan oleh umat Islam untuk menolak aktifitas ibadah yang dilakukan oleh umat non muslim tersebut. penjagaan ketat yang tidak berimbang antara Kepolisian dan demonstran akhirnya menjebol barikade pertahanan polisi untuk mencegah terjadinya konflik, sehingga terjadilah adu mulut antara umat tersebut. meskipun mendapat perlawanan keras dari umat Islam, umat non muslim itupun bersikeras untuk terus beribadah di tanah lapang tersebut tanpa mau kompromi. konflik dan perdebatan permasalahan hukum dan perijinan serta kebebasan ber Agama terus berlanjut hingga saat ini.
Tidak ditulisnya hal tentang tindakan Kriminal yang selama ini dikaitkan dengan permasalahan konflik beragam "meskipun saya mengetahuinya" saya rasa hal tersebut tidak bisa di kaitkan, karena hal tersebut hanya menyentuh ranah pribadi antara pelaku, korban, saksi dan aparatur hukum, bukan pada kelompok yang bersitegang.
Masihkah Bertahan Dengan Otonomi daerah????
Legitimasi pemerintah pusat sudah tidak mampu lagi membendung kemarahan daerah-daerah yang sebenarnya kaya dengan SDA-nya untuk memisahkan diri. kemudian lepaslah TIMTIM..untuk mencegahnya lahir undang-undang N0 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah kemudian mengalami revisi menjadi Undang-undang No 32 thn 2004 tentang Otonomi Daerah dan itu dinilai efektif karena raja-raja kecil di daerah mampu mengamankan gejolak pemisahan diri dari NKRI. namun seiring berjalanya waktu, daerah2 yang memiliki sejarah pemberontakan, kini mulai menujukan kembali bahwa mereka ingin memisahkan diri. strategi yang barupun muncul. Daerah di usahakan ada ketergantungan dengan Pemerintah pusat, dengan cara itu maka ada ke engganan daerah untuk memisahkan diri karena mereka terkesan tidak mampu untuk mandiri. Akan tetapi analogi kemungkinan yang terjadi adalah, ketika seseorang di todongkan pistol bisa saja orang itu tetap melakukan perlawanan, karena tidak takut di takut-takuti, kemudian ada pula yang mungkin bisa mengikuti si pemegang pistol, karena merasa terus tertindas iapun melakukan perlawanan
Jumat, 10 Desember 2010
Pemimpin Alam Sadar
Sesungguhnya bukanlah karena jabatan seseorang manusia dapat dikatakan sebagai pemimpin
Mereka yang mampu memanusiakan manusialah sesungguhnya pemimpin itu
Mereka Peka ketika melihat derita saudaranya, bukan hanya bicaratetapi merealisasikanya seketika.
Karena mereka minoritas, mereka harus berhadapan dengan begitu banyaknya realita dan ancaman senjata.
Mereka seakan tak berdaya dan terasingkan di pinggir dunia.
Itu ternyata menyenangkan, jauh dari kilauan kaca dan dekat dengan alam yang sebenarnya nyata.
Bercerita-cerita walau tak banyak yang mau berkata, hanya dapat merasa melalui mata.
Sementara ada keyakinan bahwa sutu ketika mereka akan mengalami fase dimana emosinya tak terbendung.
Jenuh terhadap ketidak adilan yang sengaja ada untuk menghantam mereka yang lemah dan melindungi yang kuat.
Ketika kebenaran sudah tidak di anggap penting, setiap sikap yang benar tidak menjadi baik.
Mereka yang begitu kuat akan terus melemah, mereka yang melemah akan terus menguat.
Sering ketika mereka sedang menangis, sementara mereka yang berada di dekatnya tertawa.
Banyak saat mereka berteriak lapar, Umbukan sisa makanan di sampingnya ternyata menggunung.
Gelisah, haru, sedih, gunda, sedih, marah, berteriak dan berontak sekalipun itu.
Akan tetapi kata itu terlalu panjang di ucapkan.
Saat ini memang sedang terdiam, memikirkan kata singkat agar ada keadilan.
Atau menunggu seseorang pemimpin yang terus menerus di bayangkan datang untuk membebaskan semua.
Sementara mengapa hati gelisah?, Jangan-jangan malah diri ini yang dapat membebaskan semua.
Tetapi sejak awal tak ada niat untuk bercerita diri ini dan sekalipun diri orang lain.
Semua karena penglihatan, perasaan dan pikiran yang tertuan dalam tulisan.
Tak Bermaksud sedikitpun menjadi orang baik atau jahat, bahkan tak sadar menghujat kenyataan.
Di penghujung yang belum tahu akan datang kapan, selama masih ada kehidupan maka tak akan mereka sia-siakan.
Begitu datang masa depan, langkah kaki tak akan ragu untuk menggapai sebuah impian.
Bermula dari cerita yang terimajinasi menjadi nyata.
Senin, 01 November 2010
Langganan:
Postingan (Atom)