Pada dasarnya manusia sebagai makhluk sosial dalam aktifitasnya sadar atau tidak sadar apa yang dilakukan adalah melakukan gerakan sosial atau social movement, bagaimana tidak sebagai warganegara yang berorganisasi dalam lingkup masyarakat gerakan sosial bermakna aktivitas sosial berupa gerakan sejenis tindakan sekelompok yang merupakan kelompok informal yang berbetuk organisasi, berjumlah besar atau individu yang secara spesifik berfokus pada suatu isu-isu sosial atau politik dengan melaksanakan, menolak, atau mengkampanyekan sebuah keinginan-keinginan tertentu.
Selama ini gerakan sosial yang memang benar-benar kentara adalah gerakan untuk melegitimasi keinginan secara politis yang paling jitu untuk mewujudkan sebuah perubahan dalam tatanan sosial berbangsa dan bernegara. Gerakan sosial dibagi menjadi beberapa macam :
Pertama : Gerakan yang akrab di telinga dengan nama Demonstrasi. Gerakan Demonstrasi adalah gerakan yang bertujuan mengubah atau menentang sejumlah kondisi sosial yang ada secara politis, hal tersebut di legalkan dalam negara demokrasi. Ini adalah jenis yang paling umum dari gerakan sosial di sebagian besar negara industri. Contohnya di negara Adikuasa yang menggunakan sistem demokrasi Amerika Serikat, gerakan ini diwakili oleh gerakan hak-hak sipil, gerakan feminis, gerakan hak kaum gay, gerakan antinuklir, dan gerakan perdamaian.
Kedua, Gerakan Regresif atau disebut juga Gerakan Resistensi. Gerakan Regresif ini adalah gerakan sosial yang bertujuan membalikkan perubahan sosial atau menentang sebuah gerakan protes. Innti gerakan ini adalah menentang kebebasan yang menyimpang terhadap sebuah nilai.
Ketiga, Gerakan Religius biasanya gerakan ini menyarakan tentang isu-isu religius atau spiritual tertentu, semisal isu kebebasan beragama.
Keempat, Gerakan Komunal, atau ada juga disebut dengan Gerakan Utopia. Gerakan komunal adalah gerakan sosial yang berusaha melakukan perubahan lewat contoh-contoh atau perbandingan dari satu keadaan dengan keadaan yang lainya, semisal daerah satu dengan daerah lainya, negara satu dengan negara lainya.
Kelima, Gerakan Perpindahan, gerakan ini diakibatkan karena adanya kekecewaan, kemudian mereka berpindah ke tempat yang mereka inginkan. Semisal perpindahan penduduk dari desa ke kota dan dari kota ke desa.
Keenam, Gerakan Ekspresif. Jika orang tak mampu pindah secara mudah dan mengubah keadaan secara mudah, mereka mungkin mengubah sikap. Semisal terjadinya pemberontakan untuk memisahkan diri dari satu negara atau daerah tertentu.
Ketujuh, Kultus Personal. Kultus personal biasanya terjadi dalam kombinasi dengan jenis-jenis gerakan lain. Gerakan sosial jenis ini berpusat pada satu orang, biasanya adalah individu yang kharismatis. Semisal Karl Marx dengan teori Komunisnya. Soekarno dengan teori Nasionalisnya dll.
Kedelapan, Gerakan Repolusioner. Gerakan ini cenderung menginginkan suatu keadaan berubah secara total. Semisal revolusi industri di Francis, mengubah sistem suatu negara.
Gerakan-gerakan di ataslah yang paling sering kita dengar sebagai gerakan yang mempengaruhi perubahan sosial. Perubahan sosial itu sendiri dapat diartikan sebagai gerakan yang mempengaruhi sebuah kondisi dari kondisi sebelum dan sesudah adanya gerakan sosial. Sebenarnya masih banyak Gerakan-gerakan sosial yang mempengaruhi perubahan sosial, akan tetapi kedelapan gerakan sosial yang di paparkan diatas, telah lengkap menjelaskan perubahan sosial yang terjadi di berbagai lapisan dunia. (dan*)